Selasa, 11 Juni 2013

PENAWARAN DAN PERMINTAAN AGREGAT

Share it Please
Tujuan Dan Instrumen Dalam Makroekonomi.

1. Tujuan.

Ada empat bidang pokok yang menjadi perhatian agar prestasi ekonomi terjamin baik, yaitu bidang output, kesempatan kerja, harga dan perdagangan luar negeri.

a. Output.

Tolok ukur keberhasilan ekonomi adalah kemampuan suatu negara untuk menghasilkan output berupa barang dan jasa dalam jumlah besar serta pertumbuhannya cepat.
Salah satu tolok ukur output yang menyeluruh adalah Produk Nasional Bruto atau Gross National Product  (GNP).  GNP merupakan nilai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam satu tahun tertentu.
GNP dapat dihitung menurut harga berlaku yang disebut sebagai GNP nominal dan menurut harga konstan yang disebut sebagai GNP riel.
Output potensial  tingkat GNP riel yang terjadi pada tingkat pengangguran alamiah (tingkat pengangguran sebesar 6 %).
Perbedaan antara output potensial dengan output sesungguhnya disebut GNP gap.
b.     Kesempatan Kerja.

Tujuan makroekonomi yang kedua adalah tingkat kesempatan kerja yang tinggi atau tingkat pengangguran yang rendah.

c.     Stabilitas Harga.

Tujuan pokok makroekonomi yang ketiga adalah menjaga stabilitas harga melalui pasar bebas.  Yang dimaksud dengan stabilitas harga adalah harga tidak naik/turun terlalu tajam atau laju inflasi mendekati nol.
Cara yang umum digunakan untuk mengukur tingkat harga keseluruhan adalah indeks harga konsumen (IHK) atau consumer price index (CPI).

d.      Kebijakan Ekonomi Luar Negeri.

Nilai ekspor dan impor dalam tingkat seimbang
  Stabilitas nilai kurs valuta asing.

2.     Instrumen

Empat perangkat instrumen pokok kebijakan makroekonomi. Instrumen kebijakan merupakan suatu variabel ekonomi yang digunakan untuk mengendalikan perekonomian baik secara langsung maupun tidak langsung. Perubahan yang dilakukan pada instrumen kebijakan akan berpengaruh pada satu atau lebih tujuan makroekonomi.

a.      Kebijakan Fiskal

Ada dua instrumen yang termasuk dalam instrumen kebijakan fiskal, yaitu: belanja negara (government expenditure) dan sistem perpajakan.

Belanja Negaramerupakan seluruh pembelian atau pembayaran barang dan jasa untuk kepentingan nasional. Belanja Negara akan berpengaruh pada konsumsi total.
Pajak. Sistem perpajakan mempunyai dua peran penting. Pajak menyebabkan pendapatan rumahtangga menjadi berkurang (lebih kecil) dan cenderung mengurangi pengeluaran untuk konsumsi dan akhirnya akan menurunkan permintaan agregat. Sistem perpajakan juga berpengaruh pada output potensial. Penurunan pajak penghasilan bagi penanam modal akan merangsang peningkatan jumlah penanaman modal.

 b.      Kebijakan Moneter.

Merupakan instrumen kebijakan yang berkaitan dengan penetapan suku bunga. Kebijakan ini terutama berpengaruh pada tingkat suku bunga dan kredit serta jumlah uang beredar (money supply).

c.       Kebijakan Pendapatan.

Instrumen kebijakan pendapatan berupa program-program pemerintah yang secara langsung mempengaruhi tingkat upah dan harga.  Instrumen ini diharapkan dapat bermanfaat dalam upaya mengandalikan inflalsi tanpa beban resesi dan pengangguran.

d.      Perekonomian Luar Negeri.

Kebijakan pemerintah untuk mempengaruhi kegiatan perdagangan dengan negara-negara lain.

B.    Penawaran Dan Permintaan Agregat.

1. Penawaran Agregat (AS).

Penawaran agregat (AS) adalah jumlah output yang akan diproduksi dan dijual oleh kalangan bisnis pada harga yang berlaku, pada kapasitas produksi tertentu dan dengan biaya-biaya tertentu.Perusahaan-perusahaan berkeinginan berproduksi pada tingkat output potensial.  Namun, pada tingkat harga pengeluaran rendah, produsen akan menghasilkan barang dan jasa dalam jumlah yang lebih kecil dari tingkat output potensial. Sebaliknya, pada tingkat harga dan pengeluaran tinggi, produsen akan menghasilkan barang dan jasa lebih besar dari output potensialnya untuk sementara.Penawaran agregat ditentukan oleh jumlah input atau faktor produksi, yaitu tenaga kerja, modal, sumber daya alam dan teknologi.

2.  Permintaan Agregat (AD).

Permintaan agregat(AD) adalah jumlah barang dan jasa yang akan dibeli oleh konsumen rumah tangga, perusahaan dan pemerintah, pada tingkat harga tertentu, jumlah pendapatan tertentu, serta variabel-variabel tertentu lainnya.

Unsur-unsur yang mendorong permintaan agregat antara lain: tingkat harga, jumlah pendapatan masyarakat, perkiraan situasi yang akan datang, sistem perpajakan, jumlah pengeluaran pemerintah dan sebagainya.

3.      Kurva Penawaran Agregat dan Kurva Permintaan Agregat.

1. Dalam menggambarkan kurva penawaran agregat dan kurva permintaan agregat, sumbu mendatar adalah GNP Riel dan sumbu tegak Indeks Harga Konsumen (IHK). GNP Riel menggambarkan jumlah barang dan jasa, sedangkan IHK menggambarkan tingkat harga barang dan jasa secara keseluruhan.


2. Kurva Permintaan Agregat

menggambarkan hubungan antara berbagai tingkat harga dengan jumlah barang dan jasa yang akan dibeli rumah tangga, pemerintah dan perusahaan.

3. Kurva Penawaran Agregat.

a.          Menggambarkan hubungan antara harga yang akan dipasang oleh perusahaan dengan jumlah barang dan jasa yang akan mereka produksi dan mereka jual. Kurva penawaran agregat mempunyai kemiringan menanjak dari kiri bawah kekanan atas.


b. Pada jangka pendek, kurva penawaran agregat relatif datar. Kenaikan harga sedikit walaupun permintaan akan barang dan jasa bertambah. Hal ini disebabkan tidak berubahnya faktor biaya tetap. Pada saat jumlah produksi melampui tingkat output potensial, harga yang ditawarkan miningkat tajam.

c. Pada jangka Panjang, kurva penawaran agregat bergerak vertikal dari bawah ke atas. Hal ini disebabkan semua biaya produksi akan menyesuaikan dengan perubahan tingkat harga.  Dalam keadaan seperti ini, produsen tidak lagi berkeinginan menambah jumlah produksi barang dan jasa

4.      Ekuilibrium.

Ttitik ekuilibrium merupakan perpotongan antara kurva penawaran agregat dan permintaan agregat yang menggambarkan keseuaian harga dan jumlah barang dan jasa yang akan dibeli konsumen dan yang akan dihasilkan produsen.





Kesimpulannya, permintaan agregat menunjukan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga, sedangkan penawaran agregat menunjukan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.





Sumber :
http://agsicentre.wordpress.com/2012/07/12/penawaran-dan-permintaan-agregat/

PENAWARAN DAN PERMINTAAN AGREGAT

Tujuan Dan Instrumen Dalam Makroekonomi.

1. Tujuan.

Ada empat bidang pokok yang menjadi perhatian agar prestasi ekonomi terjamin baik, yaitu bidang output, kesempatan kerja, harga dan perdagangan luar negeri.

a. Output.

Tolok ukur keberhasilan ekonomi adalah kemampuan suatu negara untuk menghasilkan output berupa barang dan jasa dalam jumlah besar serta pertumbuhannya cepat.
Salah satu tolok ukur output yang menyeluruh adalah Produk Nasional Bruto atau Gross National Product  (GNP).  GNP merupakan nilai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam satu tahun tertentu.
GNP dapat dihitung menurut harga berlaku yang disebut sebagai GNP nominal dan menurut harga konstan yang disebut sebagai GNP riel.
Output potensial  tingkat GNP riel yang terjadi pada tingkat pengangguran alamiah (tingkat pengangguran sebesar 6 %).
Perbedaan antara output potensial dengan output sesungguhnya disebut GNP gap.
b.     Kesempatan Kerja.

Tujuan makroekonomi yang kedua adalah tingkat kesempatan kerja yang tinggi atau tingkat pengangguran yang rendah.

c.     Stabilitas Harga.

Tujuan pokok makroekonomi yang ketiga adalah menjaga stabilitas harga melalui pasar bebas.  Yang dimaksud dengan stabilitas harga adalah harga tidak naik/turun terlalu tajam atau laju inflasi mendekati nol.
Cara yang umum digunakan untuk mengukur tingkat harga keseluruhan adalah indeks harga konsumen (IHK) atau consumer price index (CPI).

d.      Kebijakan Ekonomi Luar Negeri.

Nilai ekspor dan impor dalam tingkat seimbang
  Stabilitas nilai kurs valuta asing.

2.     Instrumen

Empat perangkat instrumen pokok kebijakan makroekonomi. Instrumen kebijakan merupakan suatu variabel ekonomi yang digunakan untuk mengendalikan perekonomian baik secara langsung maupun tidak langsung. Perubahan yang dilakukan pada instrumen kebijakan akan berpengaruh pada satu atau lebih tujuan makroekonomi.

a.      Kebijakan Fiskal

Ada dua instrumen yang termasuk dalam instrumen kebijakan fiskal, yaitu: belanja negara (government expenditure) dan sistem perpajakan.

Belanja Negaramerupakan seluruh pembelian atau pembayaran barang dan jasa untuk kepentingan nasional. Belanja Negara akan berpengaruh pada konsumsi total.
Pajak. Sistem perpajakan mempunyai dua peran penting. Pajak menyebabkan pendapatan rumahtangga menjadi berkurang (lebih kecil) dan cenderung mengurangi pengeluaran untuk konsumsi dan akhirnya akan menurunkan permintaan agregat. Sistem perpajakan juga berpengaruh pada output potensial. Penurunan pajak penghasilan bagi penanam modal akan merangsang peningkatan jumlah penanaman modal.

 b.      Kebijakan Moneter.

Merupakan instrumen kebijakan yang berkaitan dengan penetapan suku bunga. Kebijakan ini terutama berpengaruh pada tingkat suku bunga dan kredit serta jumlah uang beredar (money supply).

c.       Kebijakan Pendapatan.

Instrumen kebijakan pendapatan berupa program-program pemerintah yang secara langsung mempengaruhi tingkat upah dan harga.  Instrumen ini diharapkan dapat bermanfaat dalam upaya mengandalikan inflalsi tanpa beban resesi dan pengangguran.

d.      Perekonomian Luar Negeri.

Kebijakan pemerintah untuk mempengaruhi kegiatan perdagangan dengan negara-negara lain.

B.    Penawaran Dan Permintaan Agregat.

1. Penawaran Agregat (AS).

Penawaran agregat (AS) adalah jumlah output yang akan diproduksi dan dijual oleh kalangan bisnis pada harga yang berlaku, pada kapasitas produksi tertentu dan dengan biaya-biaya tertentu.Perusahaan-perusahaan berkeinginan berproduksi pada tingkat output potensial.  Namun, pada tingkat harga pengeluaran rendah, produsen akan menghasilkan barang dan jasa dalam jumlah yang lebih kecil dari tingkat output potensial. Sebaliknya, pada tingkat harga dan pengeluaran tinggi, produsen akan menghasilkan barang dan jasa lebih besar dari output potensialnya untuk sementara.Penawaran agregat ditentukan oleh jumlah input atau faktor produksi, yaitu tenaga kerja, modal, sumber daya alam dan teknologi.

2.  Permintaan Agregat (AD).

Permintaan agregat(AD) adalah jumlah barang dan jasa yang akan dibeli oleh konsumen rumah tangga, perusahaan dan pemerintah, pada tingkat harga tertentu, jumlah pendapatan tertentu, serta variabel-variabel tertentu lainnya.

Unsur-unsur yang mendorong permintaan agregat antara lain: tingkat harga, jumlah pendapatan masyarakat, perkiraan situasi yang akan datang, sistem perpajakan, jumlah pengeluaran pemerintah dan sebagainya.

3.      Kurva Penawaran Agregat dan Kurva Permintaan Agregat.

1. Dalam menggambarkan kurva penawaran agregat dan kurva permintaan agregat, sumbu mendatar adalah GNP Riel dan sumbu tegak Indeks Harga Konsumen (IHK). GNP Riel menggambarkan jumlah barang dan jasa, sedangkan IHK menggambarkan tingkat harga barang dan jasa secara keseluruhan.


2. Kurva Permintaan Agregat

menggambarkan hubungan antara berbagai tingkat harga dengan jumlah barang dan jasa yang akan dibeli rumah tangga, pemerintah dan perusahaan.

3. Kurva Penawaran Agregat.

a.          Menggambarkan hubungan antara harga yang akan dipasang oleh perusahaan dengan jumlah barang dan jasa yang akan mereka produksi dan mereka jual. Kurva penawaran agregat mempunyai kemiringan menanjak dari kiri bawah kekanan atas.


b. Pada jangka pendek, kurva penawaran agregat relatif datar. Kenaikan harga sedikit walaupun permintaan akan barang dan jasa bertambah. Hal ini disebabkan tidak berubahnya faktor biaya tetap. Pada saat jumlah produksi melampui tingkat output potensial, harga yang ditawarkan miningkat tajam.

c. Pada jangka Panjang, kurva penawaran agregat bergerak vertikal dari bawah ke atas. Hal ini disebabkan semua biaya produksi akan menyesuaikan dengan perubahan tingkat harga.  Dalam keadaan seperti ini, produsen tidak lagi berkeinginan menambah jumlah produksi barang dan jasa

4.      Ekuilibrium.

Ttitik ekuilibrium merupakan perpotongan antara kurva penawaran agregat dan permintaan agregat yang menggambarkan keseuaian harga dan jumlah barang dan jasa yang akan dibeli konsumen dan yang akan dihasilkan produsen.





Kesimpulannya, permintaan agregat menunjukan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga, sedangkan penawaran agregat menunjukan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.





Sumber :
http://agsicentre.wordpress.com/2012/07/12/penawaran-dan-permintaan-agregat/

Followers

Unordered List

Follow The Author