Pages

Senin, 27 Mei 2013

TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN EKONOMI

Share it Please

MAKALAH TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN EKONOMI

BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG

Masalah perkembangan ekonomi memang menjadi suatu permasalahan yang kompleks. Tidak hanya di Indonesia, namun seluruh Negara di dunia memikirkan cara untuk mengembangkan perekonomian di dalam Negerinya. Maka dari itu, perlu adanya pemahaman tentang bagaimana perkembangan ekonomian yang terjadi, guna dapat mengambil pelajaran sehingga perekonomian terus dan terus dapat berkembang menjadi lebih baik.
Dalam hal perkembangan ekonomi, terdapat berbagai teori-teori dari berbagai tokoh ekonomi yang menjelaskan tentang tahap-tahap perkembangannya. Dari tokoh satu dengan tokoh yang lain memang mengutarakan pandangan yang bebeda, sehingga antara teori yang satu dengan teori yang lain menjadi berbeda pula. Walaupun berbeda  teori yang satu dengan teori yang lain saling mendukung dan melengkapi. Karena tiap teori mengenai tahap perkembangan ekonomi ini saling melengkapi, maka memang sulit untuk mengetahui tahap-tahap yang paling benar, sehingga perlu adanya pemahaman tentang tahap perkembangan perekonomian. Oleh karena itu kami menyusun makalah ini guna mengetahui bagaimana pandangan dari berbagai tokoh mengenai tahap-tahap perkembangan perekonomian.

B.     TUJUAN DAN MANFAAT PENULISAN
Tujuan kami menulis makalah dan mengangkat Tema mengenai TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN EKONOMI ini adalah guna memenuhi  tugas mata kuliah Perekonomian Indonesia.
Manfaat penulisan makalah ini adalah untuk memperluas wawasan kami dan pembaca tentang bagaimana Tahap-tahap Perkembangan Ekonomi dari berbagai tokoh ekonomi.

C.    RUMUSAN MASALAH
Siapa saja tokoh yang mengemukakan teori tentang perkembangan ekonomi?
Bagaimana pandangan Frederich List mengenai perkembangan ekonomi?
Bagaimana pendapat Bruno Hilderbrand tentang perkembangan ekonomi?
Bagaimana teori yang diungkapkan Karl Bucher mengenai perkembangan perekonomian?
Bagaimana teori perkembangan ekonomi menurut W. W. rostow?


BAB II
PEMBAHASAN

TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN EKONOMI
Suatu teori yang integrated hampir merupakan suatu business cycle. Jadi, apabila ada upswing, teori semacam perkembangan ekonomi merupakan integrated teori. Sebab setiap tingkat atau fase, timbul dari tingkat atau fase sebelumnya. Hal ini merupakan keadaan yang dinamis, karena system tersebut seluruhnya dapat bergerak dengan sendirinya baik dengan bantuan pemerintah maupun tidak.
Teori tingkat perkembangan ini, terutama berasal dari jerman dan muncul pada abad 19 sebagai reaksi terhadap sistem persaingan di Inggris.
Tokoh-tokoh yang mengemukakan tentang teori tingkat perkembangan antara lain :
A.    FREDERICH LIST
Frederich List adalah seorang penganut paham lizess faire yang berpendapat bahwa Perkembangan ekonomi bergantung pada peranan pemerintah dan organisasi-organisasi swasta .
Lingkungan kebudayaan masyarakat mempunyai peranan yang penting terhadap perkembangan. Perkembangan ekonomi hanya akan terjadi apabila dalam masyarakat terdapat kebebasan dalam political organization dan kebebasan perorangan.
Tingkatan-tingkatan perkembangan ekonomi menurut F.List antara lain:
-Fase save primitive
-Fase pastoral ( beternak )
-Fase agricultural
-Fase agricultural dan manufacturing ( pertanian dan pabrik )
-Fase agricultural manufacturing dan commercial ( perdagangan )
-Frederich List juga nengemukakan bahwa hanya di negara-negara yang berhawa sedang yang cocok untuk industri, sedangkan didaerah tropis cocok untuk pertanian. Menurut F. List yang terpenting adalah industri untuk perkembangan ekonomi meskipun pada permulaannya juga diperlukan proteksi. Di daerah tropis tidak cocok dengan iuntuk industri, karena pada umumnya penduduknya sangat padat, pertanian belum begitu efisien dan SDA yang tersedia terbatas.

B.     BRUNO HILDERBRAND ( MASHAB SEJARAH )
Menurut Bruno Hilderbrand perkembangan ekonomi atau masyarakat bukan karena sifat-sifat produksi atau konsumsi tetapi lebih menitik beratkan pada metode distribusi yang digunakan.
Teori tingkat-tingkat perkembangan yang dikemukakan oleh Bruno Hilderbrand antara lain :
-Perekonomian barter (natural )
-Perekonomian uang
-Perekonomian kridit
(Bruno Hilderbrand tidak mengemukakan bagaimana suatu fase itu berkembang menuju fase keberikutnya).

C.    KARL BUCHER
Menurut Karl Bucher perkembangan ekonomi terdapat tiga tingkatan antara lain :
-Produksi untuk kebutuhan sendiri
-Perekonomian kota (dimana penukaran sudah luas )
-Perekonomian nasional (dimana pedagang-pedagang tampak makin penting peranannya ) .

D.    TEORI PERKEMBANGAN EKONOMI
Menurut W. W. Rostow, teori perkembangan ekonomi, secara umum dapat dikatakan sejarah perkembangan ekonomi melalui beberapa tingkat, antara lain:
1.  Masyarakat tradisional
Dalam menyusun fase perkembangan ekonomi, fase permulaan atau tradisional digambarkan dengan adanya fungsi produksi yang terbatas .Fase ini dapat dilihat dalam masyarkat dengan adanya perubahan-perubahan dalam perdagangan dan tingkat produksi pertanian bertambah.selain itu perubahan-perubahan tersebut dapat dilihat didalam hasil industri,gelombang penduduk dan pendapatan riil.Tetapi perkembangan ini dibatasi  oleh tingkat teknologi .
Dalam masyarakat keadaan tidaklah statis kadang memiliki produktivitas tinggi. Akan tetapi tingkat produktivitas yang dapat dicapai terbatas. Hal ini disebabkan karena ilmu pengetahuan dan teknologi modern belum ada atau belum secara systematic penggunaanya.Karena terbatasnya produktivitas maka sebagian dari sumber tenaga kerja berada disekitar pertanian.

2.  Masyarakat precondition for take off
Merupakan tahap yang diperlukan agar perkembangan perekonomian dapat lepas landas.
Syarat-syarat yang pada mulanya dikembangkan oleh Eropa Barat:
a. Pertumbuhan perlahan-lahan ( evolusi ) dalam ilmu pengethuan modern.
b. Inovasi-inovasi.

Demonstration efect ( efek pamer ) selain mempunyai pengaruh negative dan positif pada masyarakat tradisional, efek tersebut juga dapat menciptakan keadaan yang cocok untuk tahap prasyarat lepas landas dalam masyarakat lepas landas.
Dalam tahap ini dibutuhkan adanya perubahan yang radikal dalam tiga sektor nonindustri:
a. Membangun fasilitas prasarana umum ( social overhead capital ) terutama di bidang transport.
b. Revolusi teknik di bidang pertanian.
c. Perluasan impor yang dibiayai dengan perdagangan komoditi sumber alam yang ada.
Dengan adanya pembangunan diatas diharapkan industri kecil dapat berkembang. Perkembangan terjadi bila masyarakat tradisional mau menerima dan menggunakan teknologi baru. Pemerintah juga berperan umtuk memelihara keamanan yang mendorong munculnya kegiatan-kegiatan modern, serta mampu dan mau membangun prasarana umum untuk berhasilnya kebajikan perdagangan dan pembangunan industri

3.      Masyarakat take off
Tahap ini merupakan tercapainya perkembangan pesat pada sektor tertentu yang telah menggunakan teknik produksi modern.
Perbedaan antara tahap lepas landas dan tahap sebelumnya ialah bahwa dalam tahap ini pengetrapan teknik-teknik baru dalam industri dapat berjalan dengan sendirinya. Pada tahap sebelum lepas landas sudah ada industri-industri, tetapi masih belum berjalan dengan lancar. Untuk bias naik ke tahap lepas landas tidak hanya ke tiga sektor ( fasilitas prasarana umum, pertanian dan perdagangan ) saja yang harus didorong, tetapi golongan wiraswasta harus juga diperluas serta sumber kapital perlu diatur.
Dalam arti nonekonomi, lepas landas biasanya menunjukkan kemenangan-kemenangan sosial, politik dan kebudayaan dari orang-orang yang hendak memodernisasi perekonomian atas masyarakat tradisional yang kuat. Kemenangan berupa suatu keadaan yang saling menyesuaikan diri yang mana perkembangan ini selanjutnya mendorong masyarakat untuk memusatkan perhatian pada usaha-usaha teknik modern di luar sektor-sektor yang telah dimodernisasi selama lepas landas.

4.      Masyarakat drive to manurity
Menurut Rostow tahap ini sebagai suatu periode ketika masyarakat secara efektif meerapkan teknologi modern terhadap sumber-sumber ekonomi. Dalam tahap sector-sektor yang memimpin ( leading sector ) selama dalam lepas landas, sudah mulai berkurang perkembangannya.
Sektor-sektor penting yang memimpin dalam tahap menuju kematangan itu ditentukan bukan hanya oleh baik dan banyaknya teknologi tetapi juga oleh kualitas persediaan faktor-faktor produksi yang selama ini banyak dipengaruhi oleh politik pemerintah. Contoh negara yang mengalami tahap kematangan teknologi: USA ( 1900), Perancis (1910 ), jepang (1940 ).
Kematangan teknologi setelah take off tergantung terutama pada keseimbangan antara jumlah penduduk faktor-faktor produksi yang ada dan kebijakan-kebijakan distribusi pendapatan. Struktur dan kualitas tenaga kerja berubah ketika suatu masyarakat berkembang ke tahap kematangan teknologi, sifat kepimpinan dalam industri juga berubah dari yang kurang semangat menjadi pimpinan yang bersemangat untuk berkembang dan berkuasa banyak muncul manager-manager professional yang kedudukannya makin penting. Perubahan dalam angkatan kerja ini disertai dengan perubahan-perubahan kehendak dari masyarakat lewat kaum cendekiawan dan politisi yang mulai terang-terangan mengecam keadaan sosial. Tahap menuju kematangan ini selain berdampak majunya teknologi, tetapi juga beralihnya tujuan pokok perkembangan ekonomi yaitu beralihnya perluasan industrialisasi yang tidak penting lagi. Selain itu, makin banyak penduduk yang tinggal di kota sehingga menharapkan agar pemerintah ikut campur dalam memberikan jaminan sosial dan ekonomi.

5.      Masyarakat higg mass consumption ( masa konsumsi yang berlebih )
Tiga kegiatan yang digunakan dalam tahap ekonomi yang matang yaitu:
a. Menyediakan atau menawarkan ( sesuai denngan ukuran masyarakat setempat ) jaminan yang lebih baik ,kemakmuran pada angkatan kerja.
b. Menyediakan private consumption yang lebih banyak ( termasuk sibgle family homes, durable consumer goods )
c. Mencari perluasan kekuatan bagi Negara yang matura ( dewasa )dimata dunia .
Dalam tahap ini keadaan atau sifat yang ada di Negara yang satu berbeda dengan di Negara yang lain. Seperti di Amerika Serikat, memilih alternatif yang kedua, sedangkan Inggris dan Eropa Barat memilih alternatif yang pertama. Karena untuk mempertahankan pengaruh sosialisme yang makin kuat di Eropa. Sedangkan Jerman memilih alternatif yang ke-3 vyaitu perluasan daerah.
Pada waktu Eropa Barat dan Jepang memasuki zaman konsumsi yang berlebih, maka timbul unsure-unsur baru dalam sistem perekonomian dunia. Unsur tersebut adalah adanya kecenderungan kenaikan tingakat kelahiran di negara-negara kaya.
Persoalan yang dihadapi oleh negara-negara yang berada pada tahap beyond high mass consumption ialah bagaimana mengatasi perlombaan penggunaan senjata-senjata nuklir,dan penerbangan luar angkasa,dan sebagainya. Dalam hal ini Negara masih dihadapkan pada tantangan-tantangan yang lebih lanjut .

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN

-Frederich List berpendapat bahwa Perkembangan ekonomi bergantung pada peranan pemerintah dan organisasi-organisasi swasta .Selain iti F.List juga mengemukakan tentang tingkatan perkembangan ekonomi antara lain : Fase save primitive ,pastoral( beternak ) ,agricultural ,agricultural dan manufacturing ( pertanian dan pabrik ) dan Fase agricultural manufacturing dan commercial ( perdagangan )
-Menurut Bruno Hilderbrand ada tiga teori tingkatan-tingkatan antara lain: Perekonomian barter, Perekonomian uang, Perekonomian kredit .
-Menurut Karl Bucher perkembangan ekonomi terdapat tiga tingkatan antara lain: Produksi untuk kebutuhan sendiri, Perekonomian kota, dan Perekonomian nasional .
-Tahapan perkembangan ekonomi menurut W.W.Rostow antara lain:
   Masyarakat tradisional, Masyarakat precondition for take off, Masyarakat take off, Masyarakat drive to manurity, Masyarakat higg mass consumption



Daftar Pustaka :
Irawan dan Suparmoko. 2002.Ekonomika Pembangunan. Yogyakarta: BPTE Yogyakarta
Martono, trisno.2008. Ekonomi Pembangunan. Surakarta: UNS Press

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN EKONOMI


MAKALAH TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN EKONOMI

BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG

Masalah perkembangan ekonomi memang menjadi suatu permasalahan yang kompleks. Tidak hanya di Indonesia, namun seluruh Negara di dunia memikirkan cara untuk mengembangkan perekonomian di dalam Negerinya. Maka dari itu, perlu adanya pemahaman tentang bagaimana perkembangan ekonomian yang terjadi, guna dapat mengambil pelajaran sehingga perekonomian terus dan terus dapat berkembang menjadi lebih baik.
Dalam hal perkembangan ekonomi, terdapat berbagai teori-teori dari berbagai tokoh ekonomi yang menjelaskan tentang tahap-tahap perkembangannya. Dari tokoh satu dengan tokoh yang lain memang mengutarakan pandangan yang bebeda, sehingga antara teori yang satu dengan teori yang lain menjadi berbeda pula. Walaupun berbeda  teori yang satu dengan teori yang lain saling mendukung dan melengkapi. Karena tiap teori mengenai tahap perkembangan ekonomi ini saling melengkapi, maka memang sulit untuk mengetahui tahap-tahap yang paling benar, sehingga perlu adanya pemahaman tentang tahap perkembangan perekonomian. Oleh karena itu kami menyusun makalah ini guna mengetahui bagaimana pandangan dari berbagai tokoh mengenai tahap-tahap perkembangan perekonomian.

B.     TUJUAN DAN MANFAAT PENULISAN
Tujuan kami menulis makalah dan mengangkat Tema mengenai TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN EKONOMI ini adalah guna memenuhi  tugas mata kuliah Perekonomian Indonesia.
Manfaat penulisan makalah ini adalah untuk memperluas wawasan kami dan pembaca tentang bagaimana Tahap-tahap Perkembangan Ekonomi dari berbagai tokoh ekonomi.

C.    RUMUSAN MASALAH
Siapa saja tokoh yang mengemukakan teori tentang perkembangan ekonomi?
Bagaimana pandangan Frederich List mengenai perkembangan ekonomi?
Bagaimana pendapat Bruno Hilderbrand tentang perkembangan ekonomi?
Bagaimana teori yang diungkapkan Karl Bucher mengenai perkembangan perekonomian?
Bagaimana teori perkembangan ekonomi menurut W. W. rostow?


BAB II
PEMBAHASAN

TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN EKONOMI
Suatu teori yang integrated hampir merupakan suatu business cycle. Jadi, apabila ada upswing, teori semacam perkembangan ekonomi merupakan integrated teori. Sebab setiap tingkat atau fase, timbul dari tingkat atau fase sebelumnya. Hal ini merupakan keadaan yang dinamis, karena system tersebut seluruhnya dapat bergerak dengan sendirinya baik dengan bantuan pemerintah maupun tidak.
Teori tingkat perkembangan ini, terutama berasal dari jerman dan muncul pada abad 19 sebagai reaksi terhadap sistem persaingan di Inggris.
Tokoh-tokoh yang mengemukakan tentang teori tingkat perkembangan antara lain :
A.    FREDERICH LIST
Frederich List adalah seorang penganut paham lizess faire yang berpendapat bahwa Perkembangan ekonomi bergantung pada peranan pemerintah dan organisasi-organisasi swasta .
Lingkungan kebudayaan masyarakat mempunyai peranan yang penting terhadap perkembangan. Perkembangan ekonomi hanya akan terjadi apabila dalam masyarakat terdapat kebebasan dalam political organization dan kebebasan perorangan.
Tingkatan-tingkatan perkembangan ekonomi menurut F.List antara lain:
-Fase save primitive
-Fase pastoral ( beternak )
-Fase agricultural
-Fase agricultural dan manufacturing ( pertanian dan pabrik )
-Fase agricultural manufacturing dan commercial ( perdagangan )
-Frederich List juga nengemukakan bahwa hanya di negara-negara yang berhawa sedang yang cocok untuk industri, sedangkan didaerah tropis cocok untuk pertanian. Menurut F. List yang terpenting adalah industri untuk perkembangan ekonomi meskipun pada permulaannya juga diperlukan proteksi. Di daerah tropis tidak cocok dengan iuntuk industri, karena pada umumnya penduduknya sangat padat, pertanian belum begitu efisien dan SDA yang tersedia terbatas.

B.     BRUNO HILDERBRAND ( MASHAB SEJARAH )
Menurut Bruno Hilderbrand perkembangan ekonomi atau masyarakat bukan karena sifat-sifat produksi atau konsumsi tetapi lebih menitik beratkan pada metode distribusi yang digunakan.
Teori tingkat-tingkat perkembangan yang dikemukakan oleh Bruno Hilderbrand antara lain :
-Perekonomian barter (natural )
-Perekonomian uang
-Perekonomian kridit
(Bruno Hilderbrand tidak mengemukakan bagaimana suatu fase itu berkembang menuju fase keberikutnya).

C.    KARL BUCHER
Menurut Karl Bucher perkembangan ekonomi terdapat tiga tingkatan antara lain :
-Produksi untuk kebutuhan sendiri
-Perekonomian kota (dimana penukaran sudah luas )
-Perekonomian nasional (dimana pedagang-pedagang tampak makin penting peranannya ) .

D.    TEORI PERKEMBANGAN EKONOMI
Menurut W. W. Rostow, teori perkembangan ekonomi, secara umum dapat dikatakan sejarah perkembangan ekonomi melalui beberapa tingkat, antara lain:
1.  Masyarakat tradisional
Dalam menyusun fase perkembangan ekonomi, fase permulaan atau tradisional digambarkan dengan adanya fungsi produksi yang terbatas .Fase ini dapat dilihat dalam masyarkat dengan adanya perubahan-perubahan dalam perdagangan dan tingkat produksi pertanian bertambah.selain itu perubahan-perubahan tersebut dapat dilihat didalam hasil industri,gelombang penduduk dan pendapatan riil.Tetapi perkembangan ini dibatasi  oleh tingkat teknologi .
Dalam masyarakat keadaan tidaklah statis kadang memiliki produktivitas tinggi. Akan tetapi tingkat produktivitas yang dapat dicapai terbatas. Hal ini disebabkan karena ilmu pengetahuan dan teknologi modern belum ada atau belum secara systematic penggunaanya.Karena terbatasnya produktivitas maka sebagian dari sumber tenaga kerja berada disekitar pertanian.

2.  Masyarakat precondition for take off
Merupakan tahap yang diperlukan agar perkembangan perekonomian dapat lepas landas.
Syarat-syarat yang pada mulanya dikembangkan oleh Eropa Barat:
a. Pertumbuhan perlahan-lahan ( evolusi ) dalam ilmu pengethuan modern.
b. Inovasi-inovasi.

Demonstration efect ( efek pamer ) selain mempunyai pengaruh negative dan positif pada masyarakat tradisional, efek tersebut juga dapat menciptakan keadaan yang cocok untuk tahap prasyarat lepas landas dalam masyarakat lepas landas.
Dalam tahap ini dibutuhkan adanya perubahan yang radikal dalam tiga sektor nonindustri:
a. Membangun fasilitas prasarana umum ( social overhead capital ) terutama di bidang transport.
b. Revolusi teknik di bidang pertanian.
c. Perluasan impor yang dibiayai dengan perdagangan komoditi sumber alam yang ada.
Dengan adanya pembangunan diatas diharapkan industri kecil dapat berkembang. Perkembangan terjadi bila masyarakat tradisional mau menerima dan menggunakan teknologi baru. Pemerintah juga berperan umtuk memelihara keamanan yang mendorong munculnya kegiatan-kegiatan modern, serta mampu dan mau membangun prasarana umum untuk berhasilnya kebajikan perdagangan dan pembangunan industri

3.      Masyarakat take off
Tahap ini merupakan tercapainya perkembangan pesat pada sektor tertentu yang telah menggunakan teknik produksi modern.
Perbedaan antara tahap lepas landas dan tahap sebelumnya ialah bahwa dalam tahap ini pengetrapan teknik-teknik baru dalam industri dapat berjalan dengan sendirinya. Pada tahap sebelum lepas landas sudah ada industri-industri, tetapi masih belum berjalan dengan lancar. Untuk bias naik ke tahap lepas landas tidak hanya ke tiga sektor ( fasilitas prasarana umum, pertanian dan perdagangan ) saja yang harus didorong, tetapi golongan wiraswasta harus juga diperluas serta sumber kapital perlu diatur.
Dalam arti nonekonomi, lepas landas biasanya menunjukkan kemenangan-kemenangan sosial, politik dan kebudayaan dari orang-orang yang hendak memodernisasi perekonomian atas masyarakat tradisional yang kuat. Kemenangan berupa suatu keadaan yang saling menyesuaikan diri yang mana perkembangan ini selanjutnya mendorong masyarakat untuk memusatkan perhatian pada usaha-usaha teknik modern di luar sektor-sektor yang telah dimodernisasi selama lepas landas.

4.      Masyarakat drive to manurity
Menurut Rostow tahap ini sebagai suatu periode ketika masyarakat secara efektif meerapkan teknologi modern terhadap sumber-sumber ekonomi. Dalam tahap sector-sektor yang memimpin ( leading sector ) selama dalam lepas landas, sudah mulai berkurang perkembangannya.
Sektor-sektor penting yang memimpin dalam tahap menuju kematangan itu ditentukan bukan hanya oleh baik dan banyaknya teknologi tetapi juga oleh kualitas persediaan faktor-faktor produksi yang selama ini banyak dipengaruhi oleh politik pemerintah. Contoh negara yang mengalami tahap kematangan teknologi: USA ( 1900), Perancis (1910 ), jepang (1940 ).
Kematangan teknologi setelah take off tergantung terutama pada keseimbangan antara jumlah penduduk faktor-faktor produksi yang ada dan kebijakan-kebijakan distribusi pendapatan. Struktur dan kualitas tenaga kerja berubah ketika suatu masyarakat berkembang ke tahap kematangan teknologi, sifat kepimpinan dalam industri juga berubah dari yang kurang semangat menjadi pimpinan yang bersemangat untuk berkembang dan berkuasa banyak muncul manager-manager professional yang kedudukannya makin penting. Perubahan dalam angkatan kerja ini disertai dengan perubahan-perubahan kehendak dari masyarakat lewat kaum cendekiawan dan politisi yang mulai terang-terangan mengecam keadaan sosial. Tahap menuju kematangan ini selain berdampak majunya teknologi, tetapi juga beralihnya tujuan pokok perkembangan ekonomi yaitu beralihnya perluasan industrialisasi yang tidak penting lagi. Selain itu, makin banyak penduduk yang tinggal di kota sehingga menharapkan agar pemerintah ikut campur dalam memberikan jaminan sosial dan ekonomi.

5.      Masyarakat higg mass consumption ( masa konsumsi yang berlebih )
Tiga kegiatan yang digunakan dalam tahap ekonomi yang matang yaitu:
a. Menyediakan atau menawarkan ( sesuai denngan ukuran masyarakat setempat ) jaminan yang lebih baik ,kemakmuran pada angkatan kerja.
b. Menyediakan private consumption yang lebih banyak ( termasuk sibgle family homes, durable consumer goods )
c. Mencari perluasan kekuatan bagi Negara yang matura ( dewasa )dimata dunia .
Dalam tahap ini keadaan atau sifat yang ada di Negara yang satu berbeda dengan di Negara yang lain. Seperti di Amerika Serikat, memilih alternatif yang kedua, sedangkan Inggris dan Eropa Barat memilih alternatif yang pertama. Karena untuk mempertahankan pengaruh sosialisme yang makin kuat di Eropa. Sedangkan Jerman memilih alternatif yang ke-3 vyaitu perluasan daerah.
Pada waktu Eropa Barat dan Jepang memasuki zaman konsumsi yang berlebih, maka timbul unsure-unsur baru dalam sistem perekonomian dunia. Unsur tersebut adalah adanya kecenderungan kenaikan tingakat kelahiran di negara-negara kaya.
Persoalan yang dihadapi oleh negara-negara yang berada pada tahap beyond high mass consumption ialah bagaimana mengatasi perlombaan penggunaan senjata-senjata nuklir,dan penerbangan luar angkasa,dan sebagainya. Dalam hal ini Negara masih dihadapkan pada tantangan-tantangan yang lebih lanjut .

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN

-Frederich List berpendapat bahwa Perkembangan ekonomi bergantung pada peranan pemerintah dan organisasi-organisasi swasta .Selain iti F.List juga mengemukakan tentang tingkatan perkembangan ekonomi antara lain : Fase save primitive ,pastoral( beternak ) ,agricultural ,agricultural dan manufacturing ( pertanian dan pabrik ) dan Fase agricultural manufacturing dan commercial ( perdagangan )
-Menurut Bruno Hilderbrand ada tiga teori tingkatan-tingkatan antara lain: Perekonomian barter, Perekonomian uang, Perekonomian kredit .
-Menurut Karl Bucher perkembangan ekonomi terdapat tiga tingkatan antara lain: Produksi untuk kebutuhan sendiri, Perekonomian kota, dan Perekonomian nasional .
-Tahapan perkembangan ekonomi menurut W.W.Rostow antara lain:
   Masyarakat tradisional, Masyarakat precondition for take off, Masyarakat take off, Masyarakat drive to manurity, Masyarakat higg mass consumption



Daftar Pustaka :
Irawan dan Suparmoko. 2002.Ekonomika Pembangunan. Yogyakarta: BPTE Yogyakarta
Martono, trisno.2008. Ekonomi Pembangunan. Surakarta: UNS Press

0 komentar:

Poskan Komentar

Followers

follow me!