TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN EKONOMI

5/27/2013 11:25:00 PM


MAKALAH TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN EKONOMI

BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG

Masalah perkembangan ekonomi memang menjadi suatu permasalahan yang kompleks. Tidak hanya di Indonesia, namun seluruh Negara di dunia memikirkan cara untuk mengembangkan perekonomian di dalam Negerinya. Maka dari itu, perlu adanya pemahaman tentang bagaimana perkembangan ekonomian yang terjadi, guna dapat mengambil pelajaran sehingga perekonomian terus dan terus dapat berkembang menjadi lebih baik.
Dalam hal perkembangan ekonomi, terdapat berbagai teori-teori dari berbagai tokoh ekonomi yang menjelaskan tentang tahap-tahap perkembangannya. Dari tokoh satu dengan tokoh yang lain memang mengutarakan pandangan yang bebeda, sehingga antara teori yang satu dengan teori yang lain menjadi berbeda pula. Walaupun berbeda  teori yang satu dengan teori yang lain saling mendukung dan melengkapi. Karena tiap teori mengenai tahap perkembangan ekonomi ini saling melengkapi, maka memang sulit untuk mengetahui tahap-tahap yang paling benar, sehingga perlu adanya pemahaman tentang tahap perkembangan perekonomian. Oleh karena itu kami menyusun makalah ini guna mengetahui bagaimana pandangan dari berbagai tokoh mengenai tahap-tahap perkembangan perekonomian.

B.     TUJUAN DAN MANFAAT PENULISAN
Tujuan kami menulis makalah dan mengangkat Tema mengenai TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN EKONOMI ini adalah guna memenuhi  tugas mata kuliah Perekonomian Indonesia.
Manfaat penulisan makalah ini adalah untuk memperluas wawasan kami dan pembaca tentang bagaimana Tahap-tahap Perkembangan Ekonomi dari berbagai tokoh ekonomi.

C.    RUMUSAN MASALAH
Siapa saja tokoh yang mengemukakan teori tentang perkembangan ekonomi?
Bagaimana pandangan Frederich List mengenai perkembangan ekonomi?
Bagaimana pendapat Bruno Hilderbrand tentang perkembangan ekonomi?
Bagaimana teori yang diungkapkan Karl Bucher mengenai perkembangan perekonomian?
Bagaimana teori perkembangan ekonomi menurut W. W. rostow?


BAB II
PEMBAHASAN

TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN EKONOMI
Suatu teori yang integrated hampir merupakan suatu business cycle. Jadi, apabila ada upswing, teori semacam perkembangan ekonomi merupakan integrated teori. Sebab setiap tingkat atau fase, timbul dari tingkat atau fase sebelumnya. Hal ini merupakan keadaan yang dinamis, karena system tersebut seluruhnya dapat bergerak dengan sendirinya baik dengan bantuan pemerintah maupun tidak.
Teori tingkat perkembangan ini, terutama berasal dari jerman dan muncul pada abad 19 sebagai reaksi terhadap sistem persaingan di Inggris.
Tokoh-tokoh yang mengemukakan tentang teori tingkat perkembangan antara lain :
A.    FREDERICH LIST
Frederich List adalah seorang penganut paham lizess faire yang berpendapat bahwa Perkembangan ekonomi bergantung pada peranan pemerintah dan organisasi-organisasi swasta .
Lingkungan kebudayaan masyarakat mempunyai peranan yang penting terhadap perkembangan. Perkembangan ekonomi hanya akan terjadi apabila dalam masyarakat terdapat kebebasan dalam political organization dan kebebasan perorangan.
Tingkatan-tingkatan perkembangan ekonomi menurut F.List antara lain:
-Fase save primitive
-Fase pastoral ( beternak )
-Fase agricultural
-Fase agricultural dan manufacturing ( pertanian dan pabrik )
-Fase agricultural manufacturing dan commercial ( perdagangan )
-Frederich List juga nengemukakan bahwa hanya di negara-negara yang berhawa sedang yang cocok untuk industri, sedangkan didaerah tropis cocok untuk pertanian. Menurut F. List yang terpenting adalah industri untuk perkembangan ekonomi meskipun pada permulaannya juga diperlukan proteksi. Di daerah tropis tidak cocok dengan iuntuk industri, karena pada umumnya penduduknya sangat padat, pertanian belum begitu efisien dan SDA yang tersedia terbatas.

B.     BRUNO HILDERBRAND ( MASHAB SEJARAH )
Menurut Bruno Hilderbrand perkembangan ekonomi atau masyarakat bukan karena sifat-sifat produksi atau konsumsi tetapi lebih menitik beratkan pada metode distribusi yang digunakan.
Teori tingkat-tingkat perkembangan yang dikemukakan oleh Bruno Hilderbrand antara lain :
-Perekonomian barter (natural )
-Perekonomian uang
-Perekonomian kridit
(Bruno Hilderbrand tidak mengemukakan bagaimana suatu fase itu berkembang menuju fase keberikutnya).

C.    KARL BUCHER
Menurut Karl Bucher perkembangan ekonomi terdapat tiga tingkatan antara lain :
-Produksi untuk kebutuhan sendiri
-Perekonomian kota (dimana penukaran sudah luas )
-Perekonomian nasional (dimana pedagang-pedagang tampak makin penting peranannya ) .

D.    TEORI PERKEMBANGAN EKONOMI
Menurut W. W. Rostow, teori perkembangan ekonomi, secara umum dapat dikatakan sejarah perkembangan ekonomi melalui beberapa tingkat, antara lain:
1.  Masyarakat tradisional
Dalam menyusun fase perkembangan ekonomi, fase permulaan atau tradisional digambarkan dengan adanya fungsi produksi yang terbatas .Fase ini dapat dilihat dalam masyarkat dengan adanya perubahan-perubahan dalam perdagangan dan tingkat produksi pertanian bertambah.selain itu perubahan-perubahan tersebut dapat dilihat didalam hasil industri,gelombang penduduk dan pendapatan riil.Tetapi perkembangan ini dibatasi  oleh tingkat teknologi .
Dalam masyarakat keadaan tidaklah statis kadang memiliki produktivitas tinggi. Akan tetapi tingkat produktivitas yang dapat dicapai terbatas. Hal ini disebabkan karena ilmu pengetahuan dan teknologi modern belum ada atau belum secara systematic penggunaanya.Karena terbatasnya produktivitas maka sebagian dari sumber tenaga kerja berada disekitar pertanian.

2.  Masyarakat precondition for take off
Merupakan tahap yang diperlukan agar perkembangan perekonomian dapat lepas landas.
Syarat-syarat yang pada mulanya dikembangkan oleh Eropa Barat:
a. Pertumbuhan perlahan-lahan ( evolusi ) dalam ilmu pengethuan modern.
b. Inovasi-inovasi.

Demonstration efect ( efek pamer ) selain mempunyai pengaruh negative dan positif pada masyarakat tradisional, efek tersebut juga dapat menciptakan keadaan yang cocok untuk tahap prasyarat lepas landas dalam masyarakat lepas landas.
Dalam tahap ini dibutuhkan adanya perubahan yang radikal dalam tiga sektor nonindustri:
a. Membangun fasilitas prasarana umum ( social overhead capital ) terutama di bidang transport.
b. Revolusi teknik di bidang pertanian.
c. Perluasan impor yang dibiayai dengan perdagangan komoditi sumber alam yang ada.
Dengan adanya pembangunan diatas diharapkan industri kecil dapat berkembang. Perkembangan terjadi bila masyarakat tradisional mau menerima dan menggunakan teknologi baru. Pemerintah juga berperan umtuk memelihara keamanan yang mendorong munculnya kegiatan-kegiatan modern, serta mampu dan mau membangun prasarana umum untuk berhasilnya kebajikan perdagangan dan pembangunan industri

3.      Masyarakat take off
Tahap ini merupakan tercapainya perkembangan pesat pada sektor tertentu yang telah menggunakan teknik produksi modern.
Perbedaan antara tahap lepas landas dan tahap sebelumnya ialah bahwa dalam tahap ini pengetrapan teknik-teknik baru dalam industri dapat berjalan dengan sendirinya. Pada tahap sebelum lepas landas sudah ada industri-industri, tetapi masih belum berjalan dengan lancar. Untuk bias naik ke tahap lepas landas tidak hanya ke tiga sektor ( fasilitas prasarana umum, pertanian dan perdagangan ) saja yang harus didorong, tetapi golongan wiraswasta harus juga diperluas serta sumber kapital perlu diatur.
Dalam arti nonekonomi, lepas landas biasanya menunjukkan kemenangan-kemenangan sosial, politik dan kebudayaan dari orang-orang yang hendak memodernisasi perekonomian atas masyarakat tradisional yang kuat. Kemenangan berupa suatu keadaan yang saling menyesuaikan diri yang mana perkembangan ini selanjutnya mendorong masyarakat untuk memusatkan perhatian pada usaha-usaha teknik modern di luar sektor-sektor yang telah dimodernisasi selama lepas landas.

4.      Masyarakat drive to manurity
Menurut Rostow tahap ini sebagai suatu periode ketika masyarakat secara efektif meerapkan teknologi modern terhadap sumber-sumber ekonomi. Dalam tahap sector-sektor yang memimpin ( leading sector ) selama dalam lepas landas, sudah mulai berkurang perkembangannya.
Sektor-sektor penting yang memimpin dalam tahap menuju kematangan itu ditentukan bukan hanya oleh baik dan banyaknya teknologi tetapi juga oleh kualitas persediaan faktor-faktor produksi yang selama ini banyak dipengaruhi oleh politik pemerintah. Contoh negara yang mengalami tahap kematangan teknologi: USA ( 1900), Perancis (1910 ), jepang (1940 ).
Kematangan teknologi setelah take off tergantung terutama pada keseimbangan antara jumlah penduduk faktor-faktor produksi yang ada dan kebijakan-kebijakan distribusi pendapatan. Struktur dan kualitas tenaga kerja berubah ketika suatu masyarakat berkembang ke tahap kematangan teknologi, sifat kepimpinan dalam industri juga berubah dari yang kurang semangat menjadi pimpinan yang bersemangat untuk berkembang dan berkuasa banyak muncul manager-manager professional yang kedudukannya makin penting. Perubahan dalam angkatan kerja ini disertai dengan perubahan-perubahan kehendak dari masyarakat lewat kaum cendekiawan dan politisi yang mulai terang-terangan mengecam keadaan sosial. Tahap menuju kematangan ini selain berdampak majunya teknologi, tetapi juga beralihnya tujuan pokok perkembangan ekonomi yaitu beralihnya perluasan industrialisasi yang tidak penting lagi. Selain itu, makin banyak penduduk yang tinggal di kota sehingga menharapkan agar pemerintah ikut campur dalam memberikan jaminan sosial dan ekonomi.

5.      Masyarakat higg mass consumption ( masa konsumsi yang berlebih )
Tiga kegiatan yang digunakan dalam tahap ekonomi yang matang yaitu:
a. Menyediakan atau menawarkan ( sesuai denngan ukuran masyarakat setempat ) jaminan yang lebih baik ,kemakmuran pada angkatan kerja.
b. Menyediakan private consumption yang lebih banyak ( termasuk sibgle family homes, durable consumer goods )
c. Mencari perluasan kekuatan bagi Negara yang matura ( dewasa )dimata dunia .
Dalam tahap ini keadaan atau sifat yang ada di Negara yang satu berbeda dengan di Negara yang lain. Seperti di Amerika Serikat, memilih alternatif yang kedua, sedangkan Inggris dan Eropa Barat memilih alternatif yang pertama. Karena untuk mempertahankan pengaruh sosialisme yang makin kuat di Eropa. Sedangkan Jerman memilih alternatif yang ke-3 vyaitu perluasan daerah.
Pada waktu Eropa Barat dan Jepang memasuki zaman konsumsi yang berlebih, maka timbul unsure-unsur baru dalam sistem perekonomian dunia. Unsur tersebut adalah adanya kecenderungan kenaikan tingakat kelahiran di negara-negara kaya.
Persoalan yang dihadapi oleh negara-negara yang berada pada tahap beyond high mass consumption ialah bagaimana mengatasi perlombaan penggunaan senjata-senjata nuklir,dan penerbangan luar angkasa,dan sebagainya. Dalam hal ini Negara masih dihadapkan pada tantangan-tantangan yang lebih lanjut .

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN

-Frederich List berpendapat bahwa Perkembangan ekonomi bergantung pada peranan pemerintah dan organisasi-organisasi swasta .Selain iti F.List juga mengemukakan tentang tingkatan perkembangan ekonomi antara lain : Fase save primitive ,pastoral( beternak ) ,agricultural ,agricultural dan manufacturing ( pertanian dan pabrik ) dan Fase agricultural manufacturing dan commercial ( perdagangan )
-Menurut Bruno Hilderbrand ada tiga teori tingkatan-tingkatan antara lain: Perekonomian barter, Perekonomian uang, Perekonomian kredit .
-Menurut Karl Bucher perkembangan ekonomi terdapat tiga tingkatan antara lain: Produksi untuk kebutuhan sendiri, Perekonomian kota, dan Perekonomian nasional .
-Tahapan perkembangan ekonomi menurut W.W.Rostow antara lain:
   Masyarakat tradisional, Masyarakat precondition for take off, Masyarakat take off, Masyarakat drive to manurity, Masyarakat higg mass consumption



Daftar Pustaka :
Irawan dan Suparmoko. 2002.Ekonomika Pembangunan. Yogyakarta: BPTE Yogyakarta
Martono, trisno.2008. Ekonomi Pembangunan. Surakarta: UNS Press

Dasar Hukum Perekonomian Nasional

4/27/2013 05:44:00 AM


            Perekonomian Indonesia saat ini cukup menarik perhatian banyak kalangan, baik itu dari akademisi, pengusaha, dan bahkan warga negara asing. Mereka yakin dengan potensi kebangkitan ekonomi yang akan dihadapi Indonesia kedepan. Melimpahnya sumber daya alam dan sumber daya manusia selalu menjadi nilai tambah bagi perkembangan ekonomi di Indonesia. Pada kenyataannya, memang perkembangan ekonomi di Indonesia sudah berkembang cukup pesat sehingga wajar jika banyak pengusaha-pengusaha asing melakukan investasi di Indonesia. Namun selepas dari itu, pemerintah tidak dapat semata-mata hanya mengembangkan ekonominya dengan menyerahkannya kepada pasar. Ada batas-batas dan ketentuan-ketentuan yang sudah diatur dalam Konstitusi Indonesia.

             UUD 45 telah mengatur mengenai dasar-dasar aturan perekonomian nasional yang tercantum pada Pasal 33 ayat (1) yang menyebutkan “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan” dalam pasal ini jelas bahwa kebangkitan ekonomi Indonesia tidak serta merta melibatkan beberapa golongan saja tetapi kebangkitan ekonomi itu harus dapat melibatkan seluruh masyarakat Indonesia dari berbagai lapisan masyarakat. Kebangkitan ekonomi itu juga harus memberikan dampak positif terhadap koperasi sebagai usaha bersama masyarakat, bukan malah menghancurkannya karena bermunculan investasi-investasi asing ke Indonesia. Kemudian ada pasal 33 ayat (2) UUD 45 menyebutkan “Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan menguasai hidup orang banyak dikuasai oleh Negara”. Kaitannya pada pasal ini bahwa pemerintah harus dapat menjaga cabang-cabang produksi milik Negara yang penting, untuk tetap dikuasai oleh Negara. Kepemilikan asing pada cabang-cabang produksi Negara tidak boleh melebihi kepemilikan Negara. Negara harus tetap menjadi penguasa dalam mengatur dan membuat keputusan terkait sebagai penguasa terhadap cabang-cabang produksi tersebut. Selanjutnya pada pasal 33 ayat (3) UUD 45 menyebutkan “Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat”. Terdapat kesamaan pada ayat sebelumnya bahwa Negara juga harus menguasai, namun disini obyeknya adalah kekayaan alam dan digunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. Kebangkitan ekonomi setidak-tidaknya digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat dan kekayaan-kekayaan alam Indonesia berada dibawah penguasaan Negara tanpa terkecuali. Pada pasal 33 ayat (4) UUD 45 menyebutkan “Perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional”. Yang dimaksud dengan demokrasi ekonomi disini adalah terkadung gagasan bahwa kedaulatan rakyat dibidang ekonomi, dimana sumber-sumber produksi pada pokoknya juga berada ditangan rakyat yang berdaulat. Jadi rakyat sepenuhnya berhak atas sumber-sumber daya alam untuk sebesar-sebesarnya dimanfaatkan bagi kemakmuran mereka sendiri. Potensi kebangkitan ekonomi sudah sepantasnya juga memperhatikan bahwa perekonomian nasional itu pada dasarnya diselenggarakan atas demokrasi ekonomi. Selain itu, terdapat juga prinsip-prinsip yang tidak boleh disimpangi, dan pemerintah juga harus mengawasi dari penyimpangan-penyimpangan prinsip  yang disebutkan pada Pasal 33 ayat (4) tersebut. Dimana perekonomian itu harus memiliki prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, kemandirian serta menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
               
 Dalam mengahadapi potensi akan kebangkitan ekonomi nasional, sudah sepantasnya pemerintah tetap memperhatikan dasar-dasar hukum perekonomian nasional Indonesia yang sudah diatur jelas dalam konstitusi UUD 45 pada pasal 33 diatas. Pemerintah tidak dapat begitu saja melepas perekonomian nasional kepada pasar. Indonesia adalah Negara hukum (rechtstaat) maka pemerintah haruslah menjalankan ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam menjalankan roda perekonomian nasional Indonesia.








Kesimpulannya, Perekonomian Indonesia telah diatur dalam UUD 1945 mengenai dasar-dasar aturan perekonomian nasional yang tercantum pada Pasal 33 ayat (1) yang menyebutkan “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.” Sehingga pemerintah tidak dapat semata-mata hanya mengembangkan ekonominya dengan menyerahkannya kepada pasar. Ada batas-batas dan ketentuan-ketentuan yang sudah diatur dalam Konstitusi Indonesia.






http://mohyudha.wordpress.com/2011/09/07/dasar-hukum-perekonomian-nasional/

KONSEP DASAR EKONOMI MONETER

4/27/2013 05:42:00 AM


        Ekonomi Moneter merupakan salah satu instrumen penting dalam perekonomian modern, dalam perekonomian modern terdapat dua kebijakan perekonomian yang dijadikan instrumen oleh pemerintah dalam menstabilkan perekonomian suatu negara, yang pertama adalah kebijakan Fiskal, yaitu kebijakan yang diambil pemerintah untuk membelanjakan pendapatannya dalam merealisasi tujuan-tujuan ekonomi. Yang kedua adalah kebijakan moneter. Kebijakan moneter adalah langkah pemerintah untuk mengatur penawaran uang dan tingkat bunga. Pada tulisan ini saya sebagai penulis, akan mencoba menyajikan konsep-konsep dasar ekonomi moneter konvensional dan ekonomi moneter islam.

Ekonomi juga salah satu instrument penting dalam perekonomian modern, dalam perekonomian modern terdapat dua kebijakan yaitu :

a) Kebijakan Fiskal yaitu kebijakan yang diambil oleh pemerintah untuk membelanjakan pendapatan Negara untuk tujuan-tujuan ekonomi.
Instrumen kebijakan fiskal adalah penerimaan dan pengeluaran pemerintah yang berhubungan erat dengan pajak. Dari sisi pajak jelas jika mengubah tarif pajak yang berlaku akan berpengaruh pada ekonomi. Jika pajak diturunkan maka kemampuan daya beli masyarakat akan meningkat dan industri akan dapat meningkatkan jumlah output. Dan sebaliknya kenaikan pajak akan menurunkan daya beli masyarakat serta menurunkan output industri secara umum.

b) Kebijakan Moneter yaitu suatu usaha dalam mengendalikan keadaan ekonomi makro agar dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan melalui pengaturan jumlah uang yang beredar dalam perekonomian atau langkah pemerintah untuk mengatur penawaran uang dan tingkat bunga. Kebijakan moneter terbagi dua yaitu :
v  Kebijakan Moneter Ekspansif yaitu suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang beredar disuatu Negara, apabila tidak ada kebijakan ini maka jumlah uang di suatu negara akan menipis sehingga transaksi atau jual beli disuatu negara akan terganggu.
v  Kebijakan Moneter Kontraktif yaitu suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang edar. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policu).


Tujuan Ekonomi Moneter

Adapun tujuan ekonomi moneter adalah untuk mencapai stablisasi ekonomi yang dapat diukur dengan :
v  Kesempatan kerja.
Dengan adanya kesempatan kerja atau lowongan pekerjaan maka makin besar dalam meningkatkan produksi, selain dapat meningkatkan produksi maka dapat juga membantu masyarakat yang menjadi pengangguran.
v  Kestabilan harga
Harga yang makin kian tinggi membuat masyarakat menjadi resah, tiap tahunnya harga barang bukannya menjadi turun tetapi semakin naik, untuk mencegah harga yang semakin naik maka pemerintah menstabilkan harga sehingga harga tidak mengalami kenaikkan setiap tahunnya.
v  Neraca pembayaran internasional
Neraca pembayaran internasional yang seimbang menunjukkan stabilisasi ekonomi di suatu Negara. Agar neraca pembayaran internasional seimbang, maka pemerintah sering melakukan kebijakan-kebijakan moneter.

Konsep Ekonomi Moneter Konvensional

Ekonomi Moneter merupakan suatu cabang ilmu ekonomi yang membahas tentang peranan uang dalam mempengaruhi tingkat harga-harga dan tingkat kegiatan ekonomi dalam suatu negara. Dalam pandangan ekonomi konvensional maka tujuan memegang uang terdiri dari tiga keinginan, yaitu :
a) Tujuan transaksi
Dalam rangka membayar pembelian-pembelian yang akan mereka lakukan
b) Tujuan Berjaga-jaga
Sebagai alat untuk menghadapi kesusahan yang mungkin timbul di masa yang akan datang
c) Tujuan Spekulasi

Dalam masyarakat yang menganunt sistem ekonomi konvensional ini, maka fungsi uang yang tak kalah pentingnya adalah untuk spekulasi, dimana pelaku ekonomi dengan cermat mengamati tingkat bunga yang berlaku saat itu, jika menguntungkan bila dibandingkan investasi, maka masyarakat cendrung mendepositokan saja uang, dengan harapan mendapat imbalan bunga.Selanjutnya  terkait dengan konsep ekonomi Moneter Konvensional maka tidak bisa dipisahkan dengan Kebijakan Moneter.
Kebijakan Moneter adalah Kebijakan pemerintah dalam mengatur penawaran uang dan tingkat bunga yang dilaksanakan oleh Bank sentral. Bentuk Kebijakan Moneter ini terdiri dari Kebijakan Moneter Kuantitatif dan Kebijakan Moneter Kualitatif.

Kebijakan Moneter Kuantitatif
adalah merupakan suatu kebijakan umum yang bertujuan untuk mempengaruhi jumlah penawaran uang dan tingkat bunga dalam perekonomian. terdiri dari:

a) Operasi pasar terbuka
Pada masa inflasi maka Bang Sentral akan mengadakan operasi pasar terbuka dengan melempar surat-surat berharga ke Bank umum, sehingga kelebihan uang di Bank Umum tidak menyebabkan inflasi, dan sebaliknya pada masa deflasi

b) Mengubah Tingkat Bunga dan Tingkat
DiscontoTingkat bunga dan tingkat disconto merupakan instrumen pemerintah dalam stabilisasi moneter, ketika inflasi maka pemerintah melalui bank sentral dapat melakukan kebijakan menaikkan suku bungga sehingga jumlah uang yang beredar di masyarakat akan berkurang, dan kestabilan moneter akan tercapai, dan begitu pula sebaliknya pada masa deflasi.

c) Mengubah Tingkat Cadangan Minimum
Langkah selanjutnya yang dapat dilakukan oleh pemerintah adalah dengan mengubah cadangan minimun bank-bank umum ketika inflasi maka pemerintah mengambil kebijakan untuk menaikkan cadangan minimum yang harus dimiliki oleh bank umum, dengan demikian jumlah uang yang beredar di masyarakat akan berkurang, dan sebaliknya pada masa deflasi.

Kebijakan Moneter kualitatif

a) Pengawasan pinjaman secara selektif
Melalui kebijakan ini maka pmerintah melalui bank sentral mengendalikan dan mengawasi peminjaman dan investasi-investasi yang dilakukan oleh bank-bank umum.

b) Pembujukan Moral
Bank sentral melakukan pertemuan dengan bank-bank umum, malalui forum ini maka bank sentral menjelaskan kebijakan-kebijakan yang sedang dijalankan pemerintah dan bantuan-bantuan apa yang diinginkan oleh bank sentral dari bank-bank umum untuk mensukseskan kebijakan tersebut.Pemikiran Ekonomi Moneter IslamiDari terminologi ekonomi konvensional, pembahasan ekonomi Moneter islami ini kelompok

c) mengambil asumsi
bahwa berbicara tentang ekonomi moneter terkait tentang dua hal :
1)     Tentang uang dan aspek yang terpengaruh olehnya dan
2)     Tentang tingkat bunga dan semua aspeknya.

Konsep Ekonomi Moneter Syariah
Kebijakan moneter sebenarnya bukan hanya mengutamakan suku bunga. Bahkan sejak zaman Rasulullah SAW dan Khulafaur Rasyidin, kebijakan moneter dilaksanakan tanpa mengunakan instrumen bunga sama sekali.
Perekonomian Jazirah Arabia ketika itu adalah perekonomian dagang, bukan ekonomi yang berbasis sumber daya alam; Minyak bumi belum ditemukan dan sumber daya alam lainnya terbatas.
Lalu lintas perdagangan antara Romawi dan India yang melalui Arab dikenal sebagai Jalur Dagang Selatan. Sedangkan antara Romawi dan Persia disebut Jalur Dagang Utara. Sedangkan antara Syam dan Yaman disebut Jalur Dagang Utara-Selatan.
Perekonomian Arab di zaman Rasulullah SAW, bukanlah ekonomi terbelakang yang hanya mengenal barter, bahkan jauh dari gambaran seperti itu. Valuta asing dari Persia dan Romawi dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat Arab.
Dinar dan Dirham juga dijadikan alat pembayaran resmi. Sistem devisa bebas diterapkan, tidak ada halangan sedikit pun untuk mengimpor dinar dan dirham.
Transaksi tidak tunai diterima luas dikalangan pedagang. Cek dan promissory notes lazim digunakan. Misalnya Umar Ibnu-Khaththab ra. Beliau menggunakan instrumen ini untuk mempercepat distribusi barang-barang yang baru diimpor dari Mesir ke Madinah.
Instrumen factoring (anjak piutang) yang baru populer tahun 1980-an, telah dikenal pula pada masa itu dengan nama al-hiwalah, tapi tentunya bebas dari unsur bunga.
Apabila para pedagang mengekspor barang, berarti dinar/dirham diimpor. Sebalikanya, bila mereka mengimpor barang. Berarti dinar/dirham diekspor. Jadi dapat dikatakan bahwa keseimbangan supply dan demand di pasar uang adalah derived market dari keseimbangan aggregate supply dan aggregate demand di pasar barang dan jasa.
Nilai emas dan perak yang terkandung di dalam dinar dan dirham, sama dengan nilai nominalnya. Sehingga dapat dikatakan penawaran uang elastis sempurna terhadap tingkat pendapatan. Tidak ada larangan impor dirham dan dinar berarti penawaran uang elastis.
Sistem moneter mengunakan bimetallic standar, dengan emas dan perak (dalam bentuk uang dirham dan dinar) sebagai alat pembayaran yang syah. Nilai tukar emas dan perak pada masa ini relatif stabil dengan nilai kurs dinar – dirham 1 : 10. Permintaan akan uang dilandasi hanya oleh dua motif, yaitu untuk transaksi dan berjaga-jaga. Modelnya sebagai berikut :Md = Mdtr + Md pr ; apabila Md pr maka Mdtr. Mata uang dimpor, dinar dari romawi, dirham dari parsia dan disesuaikan dengan volume ekspor dan impor. Nilai emas dan perak pada kepingan dinar dan atau dirham sama dengan nilai nominal (face value) uangnya. Penawaran uang terhadap pendapatan sangat elastis. Tinggi rendahnya permintaan uang bergantung kepada frekuensi transaksi perdagangan dan jasa. Permintaan uang untuk transaksi dan berjaga-jagaKanz (larangan menimbun uang). Deamnd money, elastis, karena tidak adanya hambatan terhadap impor ketika demand meningkat.








Kesipulannya, Ekonomi Moneter merupakan suatu cabang ilmu ekonomi yang membahas tentang peranan uang dalam mempengaruhi tingkat harga-harga dan tingkat kegiatan ekonomi dalam suatu negara.
Kebijakan Moneter adalah Kebijakan pemerintah dalam mengatur penawaran uang dan tingkat bunga yang dilaksanakan oleh Bank sentral.
Kebijakan moneter sebenarnya bukan hanya mengutamakan suku bunga. Bahkan sejak zaman Rasulullah SAW dan Khulafaur Rasyidin, kebijakan moneter dilaksanakan tanpa mengunakan instrumen bunga sama sekali.








Sumber:
http://ahmadferdiansyah-ekonomiakuntansi.blogspot.com/2012/04/konsep-dasar-ekonomi-moneter.html?m=1

Pembangunan Ekonomi dan Pertumbuhan Ekonomi

4/27/2013 05:39:00 AM


 PEMBANGUNAN EKONOMI
Pembangunan ekonomi suatu negara/wilayah tidak akan terjadi manakala tidak ditunjang pertumbuhan ekonomi, namun demikian pertumbuhan ekonomi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan pembangunan ekonomi.
PENGERTIAN Pembangunan Ekonomi
    Pembangunan ekonomi merupakan usaha untuk meningkatkan dan mempertahankan kenaikan produk domestik bruto per kapita dengan memperhatikan pertumbuhan jumlah penduduk dengan memperbaiki struktur ekonomi untuk mencapai kesejahteraan masyarakat.
TUJUAN Pembangunan Ekonomi
Tujuan pembangunan ekonomi adalah untuk mencapai kesejahteraan masyarakat dengan sasaran :
1. Meningkatkan persediaan dan pemerataan kebutuhan pokok masyarakat
2. Meningkatkan taraf hidup dengan cara meningkatkan pendapatan, penyediaan lapangan kerja, pemerataan pendidikan, nilai-nilai budaya, dll.
3. Memperluas jangkauan pilihan ekonomi dan sosial dengan membebaskan perbudakan, ketergantungan dan penderitaan


FAKTOR-FAKTOR yang mempengaruhi Pembangunan Ekonomi

1.         Faktor Ekonomi :
a.         Sumber daya alam
Sumber daya alam merupakan faktor input yang akan diubah menjadi output.Sumber daya alam yang beraneka ragam menjadikan kekayaan akan ba han baku untuk dija dikan beraneka jenis produk tanpa harus mengim por dari negara lain.
b.         Sumber daya manusia
Sumber daya manusia merupakan tenaga kerja yang potensial untuk menggerakkan roda pembangunan ekonomi suatu negara.
c.         Pembentukan modal
Pembentukan modal merupakan pendapatan yang ditabung untuk diinvestasi kan ke produksi dalam bentuk bahan baku peralatan, pabrik baru dan infrastruktur yang dibutuhkan dalam pembangunan ekonomi suatu negara.
d.         Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan teknologi
Kemajuan IPTEK merupakan kemajuan dalam pengetahuan dan hasil riset akan men dapatkan penemuan-penemuan baru dengan teknologi baru, sehing ga dapat meningkat kan produktifitas lebih cepat.
e.         Kewirausahaan
Kewirausahaan merupakan orang-orang yang memiliki kemampuan melihat dan menangkap peluang bisnis yang dapat menggerakkan  roda perekonomian dari produk hulu hingga hilir untuk mendapatakan keuntungan.
2.         Faktor Non Ekonomi
a.         Sosial
Keadaan sosial masyarakat merupakan kebiasaan, adat istiadat, kebudayaan yang dimiliki dapat menciptakan tingkat ketenteraman masyarakat suatu negara
b.         Politik
Suhu politik negara akan dapat mempengaruhi keadaan ketenangan masyarakat suatu negara
c.         Institusional
Kelembagaan akan dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat suatu negara.
INDIKATOR pembanguna  Ekonomi
1. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto, yaitu total produksi barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam 1 tahun
2. Produk Domestik Bruto per Kapita, negara mengusahakan agar PDB per kapita naik secara simultan (terus-menerus) seiring dengan pertumbuhan penduduk
3. Indeks Kualitas Hidup, merupakan merupakan indeks non-ekonomi untuk mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat (Phisical Quality of Life Index). PQLI terdiri atas 3 indikator yaitu kematian bayi, angka harapan hidup, tingkat ‘melek huruf’
4. Indeks Pembangunan Manusia, meliputi indeks gabungan dari indeks harapan hidup, indeks pendidikan, indeks standar hidup yang layak
Masalah yang dihadapi dalam pembangunan ekonomi
1. Kemiskinan dan ketimpangan pendapatan
2. Pengangguran
3. Tingkat inflasi yang tinggi
4. Kerusakan sumber daya alam
PERTUMBUHAN EKONOMI
Merupakan kenaikan pendapatan nasional tanpa memandang tingkat pertumbuhan penduduk atau ada tidaknya perubahan dalam struktur ekonomi.
TEORI-teori Pertumbuhan Ekonomi
TEORI KLASIK
1. Teori Adam Smith
Ada 2 faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi : (a) pertumbuhan output, meliputi : sumber daya alam, sumber daya manusia, dan modal. (b) pertumbuhan penduduk, menentukan luas pasar dan cepat atau lambatnya pertumbuhan ekonomi
2. David Ricardo
Dua faktor yang mempengaruhi, yaitu : (a) terbatasnya luas tanah (b) pertumbuhan penduduk. Toeri ini dikenal dengan nama The Low of Diminishing Returns. Maka untuk keluar dari kondisi semakin menurunnya pertambahan produksi diperlukan  penambahan faktor modal dan pemanfaatan kemajuan teknologi, karena unsur sumber daya alam sulit untuk dikembangkan.
TEORI NEOKLASIK
1. Joseph A. Schumpeter, ia berpendapat bahwa proses pertumbuhan ekonomi elalui inovasi yang dilakukan oleh para wirausahawan
2. Robert Solow, berpendapat pertumbuhan ekonomi tergantung pada penambahan penyediaan faktor produksi dan tingkat kemajuan teknologi
TEORI NEOKEYNES
Dipelopori oleh Roy F. Harrod dan Evsey D. Domar yang merupakan penyempurnaan dari teori dari John Maynard Keynes, mereka menyebutkan adanya pengaruh investasi pada permintaan agregat dan pertumbuhan kapasitas produksi
TEORI WALT WHITMAN ROSTOW
Pembangunan ekonomi melalui 5 tahapan, yaitu (1) masyarakat tradisional (2) Prakondisi untuk lepas landas (3) Lepas landas (4) menuju kedewasaan (5) Era konsumsi tinggi
TEORI KARL BUCHER
Perkembangan ekonomi melalui 4 tahapan , yaitu (1) Produksi untuk kebutuhan sendiri [rumah tangga rumah tangga tertutup] (2) Perekonomian sebagai perluasan pertukaran produk [rumah tangga kota] (3)  Perekonomian nasional [rumah tangga negara] dan (4) Perdagangan antar negara [rumah tangga dunia]
CARA MENGHITUNG LAJU PERTUMBUHAN EKONOMI
Perekonomian suatu negara mengalami pertumbuhan manakala jumlah produknya meningkat. Nilai total dari produk nasional dalam 1 tahun tercermin dalam Produk Domestik Bruto (PDB)
Laju Pertumuhab Ekonomi tahun (t) merupakan hasil dari (PDB tahun t-1 dikurangi PDB tahun t) dibagi PDB tahun t dikalikan 100%

PERTUMBUHAN EKONOMI
Pertumbuhan ekonomi adalah suatu proses peningkatan out put masyarakat (GDP/ GNP) yang disebabkan semakin banyaknya jumlah faktor produksi yang digunakan.
Ciri-ciri Pertumbuhan Ekonomi antara lain :
1.         Peningkatan Gross Domestic Product (GDP) dan Gross National Product (GNP) dari tahun ke tahun (jangka pendek)
2.         Kenaikan jumlah barang dan jasa
3.         Ditemukannya sumber-sumber produktif yang dapat didayagunakan.
GDPn  -   GDPn-1
Laju pertumbuhan ekonomi  =  —— X   100 %
GDP n-1

 
Laju Pertumbuhan Ekonomi dirumuskan sebagai berikut :








Keterangan :
GDPn    :   Gross Domestic Product tahun yang bersangkutan
(PendapatanDomestik Bruto tahun ybs)
GDPn-1 :   Gross Domestic Product satu tahun sebelumnya
(Pendapata Domestik Bruto satu tahun sebelumnya)
Faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi antara lain :
a.         Sumber daya alam
Sumber daya alam  merupakan faktor  input  yang akan diubah menjadi output. Sumber daya alam yang beraneka ragam menjadikan kekayaan akan bahan baku untuk dija dikan beraneka jenis produk tanpa harus mengimpor dari negara lain
b.       Akumulasi modal
Akumulasi modal merupakan pendapatan yang ditabung untuk diinvestasikan ke produksi dalam bentuk bahan baku peralatan, pabrik baru dan infrastruktur.
c.         Pertambahan penduduk dan Angkatan kerja
Pertambahan penduduk merupakan penambahan jumlah  tenaga kerja produktif untuk mengerjakan proses produksi.
d.        Kemajuan teknologi
Kemajuan teknologi merupakan kemajuan hasil riset akan men dapatkan pene muan-penemuan baru dengan teknologi baru, sehingga dapat meningkatkan  produktifitas lebih cepat.
TEORI  PERTUMBUHAN  EKONOMI
1.         Teori Pertumbuhan Ekonomi dari aliran Klasik
a.          Adam Smith
Proses produksi dipengaruhi oleh sumber daya alam, sumber daya manusia, dan stok barang kapital yang ada, sedang pertambahan penduduk akan memperluas pasardan menentukan cepat lambat nya pertumbuhan ekonomi.
b.         David Ricardo
Terbatasnya tanah maka pertumbuhan penduduk (tenaga kerja) akan menurunkan  produk marginal (law of diminishing return). Peranan akumulasi modal dan kemajuan teknologi cenderung meningkatkan produktifitas tenaga kerja dan dapat memperlambat law of diminishing return sehingga penurunan tingkat hidup minimal
c.         Thomas Robert Malthus
Pertumbuhan penduduk harus diikuti dengan kesejahteraan yang seban ding yaitu melalui keseimbangan pertanian dan industri serta menaikkan permintaan yang efektif (pendistribusian kesejahteraan dan kepemilikan tanah secara adil dan memperluas perdagangan internasional)
2.    Teori Pertumbuhan Ekonomi dari Neo Klasik
a.         Joseph A. Scumpeter
Perubahan lapangan industri dan perdagangan yaitu faktor terpenting enterpreneur yang memiliki inisiatif untuk perkembangan produk nasional.
b.         Robert Solow
Penambahan penyediaan faktor-faktor produksi dan tingkat kemajuan teknologi.
3.   Teori Pertumbuhan Ekonomi Modern
a.         W.W. Rostow
1.         Masyarakat Tradisional
2.         Prasyarat Lepas Landas
3.         Lepas Landas
4.         Menuju Kedewasaan
5.         Konsumsi Tinggi
b.         Frederich List (1789 –1846)
1.         Berburu dan Mengembara
2.         Beternak dan Bertani
3.         Bertani dan Kerajinan
4.         Kerajinan, Industri dan Perdagangan.
c.         Karl Bucher (1847–1930)
1.         Rumah tangga tertutup
2.         Rumah tangga kota
3.         Rumah tangga bangsa
4.         Rumah tangga dunia
d.         Werner Sombart (1863 –1947)
1.         Prakapitalis
2.         Kapitalis Madya
3.         Kapitalis Raya
4.         Kapitalis Akhir
e.         Prof. Simon Kuznets (Th1871menerima hadiah nobel Ilmu Ekonomi)
Kemampuan jangka panjang untuk  menyediakan berbagai jenis barang ekonomi  yang  terus meningkat  didasarkan pada  kemajuan teknologi,institusional dan ideologi yang diperlukan.
Manfaat Pertumbuhan Ekonomi
Manfaat Pertumbuhan Ekonomi antara lain sebagai berikut:
Laju pertumbuhannya untuk mengukur kemajuan ekonomi sebagai hasil pembangunan nasional Pendapatan perkapitanya dipergunakan untuk mengukur tingkat kemakmuran penduduk, sebab semakin meningkat pendapatan perkapita dengan kerja konstan semakin tinggi tingkat kemakmuran penduduk dan juga produktivitasnya.
Sebagai dasar pembuatan proyeksi atau perkiraan penerimaan negara untuk perencanaan pembangunan nasional atau sektoral dan regional. Sebagai dasar penentuan prioritas pemberian bantuan luar negari oleh Bank Dunia atau lembaga internasional lainnya.
Sebagai dasar pembuatan prakiraan bisnis, khususnya persamaan penjualan bagi perusahaan untuk dasar penyusunan perencanaan produk dan perkembangan sumbur daya (tenaga kerja dan modal).



Kesimpulannya,  Pembangunan ekonomi merupakan usaha untuk meningkatkan dan mempertahankan kenaikan produk domestik bruto per kapita dengan memperhatikan pertumbuhan jumlah penduduk dengan memperbaiki struktur ekonomi untuk mencapai kesejahteraan masyarakat dan juga dipengaruhi oleh beberapa faktor. Sedangkan Pertumbuhan ekonomi merupakan kenaikan pendapatan nasional tanpa memandang tingkat pertumbuhan penduduk atau ada tidaknya perubahan dalam struktur ekonomi.
Perbedaan antara keduanya adalah pertumbuhan ekonomi keberhasilannya lebih bersifat kuantitatif, yaitu adanya kenaikan dalam standar pendapatan dan tingkat output produksi yang dihasilkan, sedangkan pembangunan ekonomi lebih bersifat kualitatif, bukan hanya pertambahan produksi, tetapi juga terdapat perubahan-perubahan dalam struktur produksi dan alokasi input pada berbagai sektor perekonomian seperti dalam lembaga, pengetahuan, dan teknik






Sumber:
Published by Drs. Puji Suharjoko at 10:14 am under Materi Ekonomi Klas XI